Laman

Thursday, 23 February 2012

Menjadi Khotib Sholat Jum'at

SETIAP JUM'AT, PARA KHOTIB NAIK KEATAS MIMBAR untuk menyampaikan pesan dakwah. Karena mulianya tugas seorang khotib, maka dituntut untuk mengerti kehidupan dan tantangan-tantangannya, memahami kandungan Al-Qur'an agar dapat meluruskan dan menyembuhkan Batin manusia yang luka, menyatukan hati yang bertengkar, mendinginkan yang sedang marah, melunakkan hati yang keras, memberantas syirik, melapangkan hati yang sempit, dan menjadikan orang merasa memerlukan Allah SWT dan hanya menggantungkan hidup kepada-Nya.
Terkait hal ini, Rasulullah SAW adalah khotib terbesar yang pernah ada dimuka bumi. Hal itu Allah sendirilah yang mendidik Beliau secara langsung.

Diriwayatkan, pada suatu hari Abu Bakar Ash Shiddiq berkata kepada beliau, "Wahai Rasulullah, saya sudah menemui seluruh kabilah Arab, satu demi satu saya datangi. Saya tidak menemukan seorang pun yang lebih fasih dari pada Rasulullah. Siapa yang mendidik Anda?" Rasulullah menjawab, "Tuhanku yang mendidikku. Dia mendidikku dengan baik."
Dibawah ini adalah adab menjadi khotib seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah :

* Hendaknya sudah duduk di atas mimbar ketika sedang diserukan azan shalat jum'at. (Riwayat     Bukhari).
* Sunnah berkhutbah di atasmimbar dan memulai khutbah dengan memberi salam kepada jama'ah. (Riwayat Ibnu Majah,Bukhari).
* Hendaknya menghadap keseluruh jama'ah, jangan menghadap hanya kepada sebagian orang atau ke satu arah.
* Disunnahkan memulai khutbah dengan puji-pujian kepada Allah,lalu Shalawat atas Rasulullah. (Riwayat Bukhari).
*Duduk diantara dua khutbah (Riwayat Bukhari).
* Disunnahkan agar meringkas isi khutbah sehingga lebih pendek daripada shalat. (Riwayat Abu Dawud). Seorang khatib yang terampil meringankan khutbahnya menandakan ia sosok orang yang bijak. Sebaliknya, khatib yang memanjangkannya menunjukkan kekurang bijaksanaan.
* Sebaiknya yang menjadi khatib adalah imam dan yang yang menjadi imam adalah khatib. Jadi imam dan khotib adalah orang yang sama. (Riwayat Bukhari).
Khatib hendaknya berkhutbah dengan semangat yang berapi-api. (Riwayat Muslim,Ibnu Majah). Ibnu Qayyim dalam Zaadul Ma'aad menulis, "Apabila Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah, mata beliau memerah, suara beliau lantang, amarah beliau meledak seolah-olah memberi peringatan kepada pasukan.

Wallahu 'alam
Disadur: Ali Athwa/Hidayahtullah

Kemana aku harus pergi?

Namaku Arfa, duduk dibangku sekolah dasar swasta kelas 5. Saat ini Ayah dan ibu ku bercerai, aku hidup dan tinggal bersama ayah serta seorang adik yg sekarang udah kelas 2 SD, sementara Ibu menikah lagi dgn orang lain. Meski aku tinggal bersama ayah, sesekali juga aku datang dan menginap dirumah ibu yg telah bersuami lagi (ayah tiri). Dirumah, ayah mendidik ku begitu keras, hingga suatu hari ayah pernah mencambuk ku dgn menggunakan ikat pinggang org dewasa,. Aku tau itu adalah didikan seorang ayah kpd anaknya, tp apakah tdk ada cara lain utk mendidik anak seusia ku?? tanpa harus mencambuk bahkan memukulku,.!! Ayah maafkan aku..!! Beberapa hari ini aku tdk masuk sekolah,. Aku hijrah ke tempat ibuku, Seminggu lamanya... Suatu sore usai hujan deras mengguyur desaku, ibu berpesan... "Kembalilah ke Ayahmu, insya Allah Ramadhan nanti, kalau jadi pulang kampung, ibu akan ambil kamu dan kita berangkat bersama-sama,. disana kamu bisa Sekolah dan tinggal dgn kakek dan nenekmu..." tanpa pikir panjang, aku pun pergi meninggalkan rumah menuju rumah tempat ayahku.. Berat rasanya langkahku, mengingat ayah yg begitu keras terhadapku, tak sanggup utk pulang kembali bersama Ayah.. Kemana aku harus pergi..??
Lelah aku berjalan hingga ku temui sebuah Mesjid dan aku berhenti.. Dengan pakaian sekolah bekas pemberian org menggunakan celana pendek, aku masuk ke dalam. Disini aku akan tidur, dingin sekali..... Tiba-tiba seorang Laki-laki datang menghampiri kemudian membangunkanku.. Dik..!! (sambil menyentuh kakiku) Dik.. Bangun, tidurnya dikamar depan,disini dingin dan banyak nyamuk. Aku pun terbangun,tanpa fikir panjang aku segera beranjak dan mengikutinya menuju kamar dpn mesjid yg dimaksud. "kamu tidur disini aja" ucap bapak itu, di dalam kamar tersebut ternyata ada beberapa org lelaki juga yg tinggal disitu dan akan menemaniku.., "ini bantal dan sarungnya, kalau uda ngantuk tidur aja" dan "kalo lapar ini ada kue,ato mau makan nasi goreng ntar dibeliin.." ucap salah seorang dari mereka sambil memberiku bantal dan sarung,
Mata mereka memandangku, heran atau mungkin iba melihatku,.. Bapak dan beberapa org td mencoba utk mencari informasi tentangku,tentang ayah dan ibuku., aku pun di introgasi.... Dan akhirnya Semua ku jawab apa adanya...

Semoga kisah ini dapat diambil hikmahnya, untuk kita semua.

(anak tersebut sudah tertidur saat tulisan ini dibuat).

Jazakumullah..